Tugas Kelompok Etika Bisnis
KELOMPOK 4 : MUHAMAD ARIEF MAULANA
MUHAMAD IHSAN FAKHRI
RAHMAT DWI RYANDA
Kita awali pembahasan kita kali ini dengan definisi etika bisnis. Pertama adalah kata etika, Menurut bahasa Yunani, kata etika berawal dari kata ethos yang memiliki arti sikap, perasaan, akhlak, kebiasaan, watak. Sedangkan Magnis Suseno berpendapat bahwa etika merupakan bukan suatu ajaran melainkan suatu ilmu.
Kata kedua adalah
bisnis, yang diartikan sebagai suatu usaha. Jika kedua kata tersebut dipadukan,
yaitu etika bisnis maka dapat didefinisikan sebagai suatu tata cara yang
dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan berbisnis. Dimana dalam tata
cara tersebut mencakup segala macam aspek, baik dari individu, institusi,
kebijakan, serta perilaku berbisnis.
Pengertian Etika
Bisnis dan Cara Penyusunannya. Untuk menyusun etika bisnis yang bagus, maka
perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu tentang pengendalian diri,
pertanggungjawaban sosial, menjadikan persaingan secara sehat, penerapan konsep
yang berkelanjutan, dapat mempertahankan keyakinannya, konsisten dengan sebuah
aturan yang sudah disepakati bersama, penumbuhan kesadaran serta rasa memiliki
dengan apa yang sudah disepakati, menciptakan suatu sikap untuk saling percaya
pada antar golongan pengusaha, serta perlu diadakannya sebagian dari etika
bisnis untuk dimasukkan dalam hukum yang dapat berupa suatu perundang-undangan.
Tujuan Etika Bisnis
Pengertian Etika
Bisnis dan Tujuan Dibuatnya Etika Bisnis. Pada dasarnya sebuah etika bisnis ini
digalakkan karena memiliki maksud dan tujuan tertentu dalam dunia bisnis.
Adapun tujuan etika bisnis adalah untuk menjalankan dan menciptakan sebuah
bisnis seadil mungkin serta menyesuaikan hukum yang sudah dibuat. Selain itu,
juga dimaksudkan untuk menghilangkan ketergantungan pada sebuah kedudukan
individu maupun perusahaan.
Etika bisnis ini
tingkatannya lebih luas jika dibanding dengan ketentuan yang sudah diatur
berdasarkan hukum yang berlaku, bahkan jika dibandingkan dengan standar minimal
dari ketentuan hukum maka etika bisnis menjadi standar atau ukuran yang lebih
tinggi. Hal ini dikarenakan, dalam kegiatan berbisnis tidak jarang kita jumpai
adanya bagian abu-abu dan tidak diatur berdasarkan ketentuan hukum.
Fungsi Etika Bisnis
Pengertian Etika
Bisnis dan Fungsi Penerapan Etika Bisnis. Dalam penerapan etika bisnis ini
tentu akan adalah nilai plus atau keuntungan tersendiri bagi sebuah perusahaan,
baik dalam jangka waktu yang panjang maupun menengah. Adapun fungsi etika
bisnis diantaranya adalah dapat mengurangi dana yang diakibatkan dari
pencegahan yang kemungkinan terjadinya friksi atau perpecahan, baik dari intern
perusahaan itu sendiri maupun ekstern.
Selain itu, dalam
penerapan etika bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan motivasi pekerja
agar terus meningkat, melindungi prinsip dalam kebebasan berdagang atau
berniaga, serta dapat meciptakan keunggulan dalam bersaing.
Secara umum, suatu tindakan perusahaan yang kurang etis akan
membuat konsumen menjadi terpancing dan pada akhirnya muncullah sebuah tindakan
pembalasan. Seperti contoh adanya larang beredarnya suatu produk, gerakan
pemboikotan, dan yang sejenisnya, maka yang terjadi adalah penurunan nilai jual
dan juga perusahaan.
Hal ini tentu berbeda
dengan suatu perusahaan yang menghargai adanya etika bisnis, pasti akan
mendapatkan peringkat kepuasan yang lebih tinggi.
Prinsip Etika Bisnis
·
Kejujuran ketika
berkomunikasi dan bersikap
Kejujuran merupakan
poin penting dalam menjalankan usaha sekaligus membangun kepercayaan. Dalam
berbisnis, Anda wajin bersikap jujur dalam segala hal. mulai dari memberikan
informasi dan menganalisa kekuarangan perusahaan.
·
Integritas
Seseorang yang
mempimpin perusahaan mendapatkan keparcayaan dari oran lain karena mempunyai
integritas. Integritas dapat diartikan sebagai konsistensi antara pemikiran,
perkataan, dan perbuatan.
·
Memenuhi janji serta
komitmen yang dibuat
Seorang pebisnis dapat
dipercaya karena mampu memenuhi semua janji serta komitmennya yang pernah
dibuat. Dalam berbisnis Anda tidak boleh asal membuat janji, tetapi saat
diucapkan Anda dapat langsung memenuhinya dengan baik.
·
Loyalitas
Loyalitas merupakan
hal yang penting dalam berbisnis. Hal ini agar bisnis yang Anda jalani dapat
berjalan dengan baik tanpa adanya konflik. Keloyalan dapat ditunjukan dengan
bekerja keras sesuai dengan visi misi perusahaan serta mampu membedakan urusan
kantor dengan masalah pribadi. Loyalitas juga dapat terlihat dari keseriusan
Anda mengembangkan bisnis yang dijalani.
Teori Etika
1. Teori Teologi.
Etika Teologi yaitu
etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak
dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas
tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai
sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Dalam
etika teologi terdapat filosofinya, yaitu:
·
Egoisme. Perilaku yang
dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah
bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi
dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang
adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru
menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan
pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.
·
Utilitarianism. Semakin
tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya. Berasal dari bahasa
latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini
suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus
menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya
suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”,
kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
2. Teori Deontologi.
Teori Deontologi yaitu
: berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas
dan “logos” berarti pengetahuan.
Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara
baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan
akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan
tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa
tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari
tujuan atau akibat dari tindkan itu.
3. Teori
Hak.
Dalam pemikiran moral
dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak
dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori
Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan
kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak
didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena
itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4. Teori
Keutamaan (Virtue).
Memandang sikap atau
akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau
jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai
berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia
untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan:
Contoh keutamaan:
- Kebijaksanaan
- Keadilan
- Suka
bekerja keras
- Hidup yang baik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar